How nature is used and valued by villagers in two villages in Uut Murung

Hoeing 2015b

Abstract

Local communities in the upstream part of Uut Murung live in a remote forest environment. Due to its richness of natural resources there has been much interest in the region by various actors, including the government, extractive industry and conservationists. This study aimed at understanding local peoples dependencies on natural resources and the different kind of use values. Therefore, we conducted a two month expedition to two villages in Uut Murung where we conducted questionnaires, ranking methods and semi structured interviews. In general, locals were found to engage in a variety of activities to sustain livelihoods, such as fishing, hunting, gardening and searching for eaglewood. Respondents from both villages valued nature as most important for food and water supply, but also as a place to live, a stock for medicines and a stock for commodities. Animal species were found to serve different purposes for food, commodities, medicine to other purposes, such as traditional rituals. We argue that community members at our study sight might behave opportunistically despite being flexible. Our findings support the idea that a single resource might have more than one purpose; each community differers from each other, but also even within the community itself, it is not homogeneous. Our findings stress the importance that locals dependencies on natural resources and social structures behind resource use, need to be understood for the long term success of any conservation or development initiative.

Abstrak

Masyarakat lokal di bagian hulu Uut Murung hidup dalam lingkungan hutan yang terpencil, dengan sumber daya alam yang sangat kaya, sehingga banyak pihak yang tertarik, baik dari pemerintahan, industri ekstrak f dan pelaku konservasi. Peneli an ini bertujuan untuk memahami ketergantungan masyarakat lokal terhadap sumber daya alam dan perbedaan nilai pemanfaatan. Peneli an ini dilakukan dengan melaksanakan ekspedisi selama dua bulan ke dua desa di Uut Murung dengan menggunakan kuisioner, metode perangkingan dan pertanyaan semi terstruktur. Secara umum masyarakat lokal melakukan berbagai ak vitas untuk mempertahankan hidupnya, seper memancing, berburu, berkebun dan mencari kayu gaharu. Nilai terpen ng sumber daya alam menurut responden dari dua desa tersebut adalah sebagai sumber makanan dan air, namun sumber daya juga pen ng sebagai tempat untuk hidup, cadangan untuk obat-obatan dan cadangan untuk kebutuhan komoditas lainnya. Berbagai spesies satwaliar yang dijumpai digunakan sebagai bahan makanan, komoditas, obat-obatan dan bentuk pemanfaatan lainnya, seper untuk kebutuhan ritual tradisional. Kami berpendapat bahwa anggota masyarakat pada lokasi peneli an mungkin mempunyai pemahaman yang eksibel dan untung-untungan. Temuan kami juga mendukung pendapat yang menyatakan bahwa sumber daya bisa saja memiliki lebih dari satu kegunaan, dan bukan itu saja, se ap komunitas berbeda dari komunitas lainnya, begitu juga, di dalam komunitas itu sendiri pemahamannya juga daklah sama. Temuan kami menekankan pen ngnya pemahaman terhadap ketergantungan masyarakat lokal terhadap sumber daya, serta struktur sosial yang berperan di belakang pemanfaatan sumber daya, untuk kesuksesan inisia f konservasi dan pembangunan jangka panjang.

Download PDF Version Here Hoeing et al. 2015(b)