Report on the large mammals of the Uut Murung Region, Central Kalimantan, Indonesia

Cheyne et al. 2015

Abstract

Using camera traps and standard transect surveys, we surveyed the forests of the upper Murung River region for presence of large mammals. A total of 10 camera traps were placed singly covering 2km2 and 10km of trails were walked. Our results confirm that this region supports a high diversity of fauna: a total of 20 large mammals including 9 primates and 2 felids were recorded in the area. These numbers may actually underestimate the true diversity of this region, due to our limited survey period, resources and size of study area. Of the 21 species recorded, 2 are classified as endangered and 10 are classified as Vulnerable by the IUCN, including the Bornean southern gibbon and Müllers gibbon (Hylobates albibarbis and H. muelleri), Sunda clouded leopard (Neofelis diardii) and proboscis monkey (Nasalis larvatus). Thus, considering the large size of intact forest and the fact that the species list presented in this report may be incomplete, the forests of the upper Murung River region are likely to be an important area for biodiversity conservation.

Abstrak

Dengan menggunakan perangkap kamera dan survei transek standar kami mengkaji keberadaan mamalia besar di hutan bagian hulu sungai Murung. Sebanyak 10 perangkap kamera ditempatkan terpisah dalam kisaran 2 km2 dan 10 km jalur transek. Hasil peneli an menunjukkan bahwa daerah ini memiliki keanekaragaman fauna yang nggi; secara keseluruhan 20 jenis mamalia besar, termasuk sembilan jenis primata dan dua jenis Kucing dicatat pada daerah ini. Jumlah ini mungkin merupakan taksiran rendah terhadap keanekaragaman haya yang sebenarnya di daerah ini, mengingat terbatasnya waktu peneli an, sumber daya dan luasan area peneli an. Dua dari 20 spesies yang dijumpai dikategorikan sebagai gen ng (endangered), dan sepuluh dikategorikan sebagai rentan (vulnerable) oleh IUCN, termasuk Owa kalaweit dan Owa kalimantan (Hylobates albibarbis dan H. Muelleri), macan dahan (Neofelis diardii) dan bekantan (Nasalis larvatus). Mengingat luasnya wilayah tutupan hutan dan belum lengkapnya da ar spesies yang disajikan dalam tulisan ini, hutan bagian hulu Sungai Murung seper nya akan sangat pen ng bagi konservasi keanekaragaman haya .

Download PDF here Cheyne et al 2015